SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Inilah 6 Keris Sangat Legendaris di Indonesia - Zona Keepo

Senin, 15 Oktober 2018

Inilah 6 Keris Sangat Legendaris di Indonesia

Inilah 6 Keris Sangat Legendaris di Indonesia


ZonaKeepo - Keris, senjata ciri khas Indonesia ini begitu melegenda sejak dari zaman leluhur sampai sekarang di zaman moderen, yang masih tetap diakui kemampuan sakti serta kesakralannya oleh penduduk Indonesia. Demikian fenomenalnya, sampai ada ritual spesial pembersihan senjata pusaka ini yang masih tetap sering dikerjakan.

Berlainan dengan pemakaian keris di zaman dulu, di mana membuatnya masih tetap memiliki kandungan kesakralan serta begitu dirahasiakan, sesaat di saat ini proses pembuatan keris bisa disaksikan serta dilihat beberapa orang.

Pasti kamu sempat lihat beberapa siaran tv mengenai liputan pembuatan keris kan? Nah meskipun sekarang memang tidak dirahasiakan kembali, masih tetap ada kebiasaan yang masih tetap dipertahankan, yaitu mencari panduan hari baik untuk pembuatan keris itu.

Kesaktian Keris Empu Gandring 


Dengar namanya saja pasti kamu semua tidak asing kan? Lebih kisahnya begitu fantastis dalam riwayat Indonesia, yang bercerita saat-saat kejayaan kerajaan Singasari. Nama keris yang diambil dari penciptanya Empu Gandring, ialah seseorang pakar keris sangat sakti di waktu itu, dia membuat ‘hampir’ dalam tempo tadi malam saja.

Sayangnya keris yang diciptakannya membawa musibah buat dianya. Ken Arok yang pesan keris itu, murka serta menusuknya dikarenakan dia belumlah mengakhiri seutuhnya dalam tempo tadi malam (vs narasi lainnya menjelaskan 5 bulan).

Dalam kondisi kritis, empu gandring masih tetap sudah sempat mengatakan sumpah paling akhir pada Ken Arok, jika dia mengutuk keris itu menjadi tulah pemicu kematian 7 Raja Singasari, yakni Ken Arok serta anak cucunya.

Ken Arok yang tidak yakin sumpah empu gandring selanjutnya masih membawa keris sakti itu. Akan tetapi sejak itu muncul beberapa perpecahan di kerajaan Singasari. Berawal dari Ken Arok yang membunuh Tunggul Ametung sebab naksir dengan istrinya yang cantik Ken Dedes.

Lalu Ken Dedes juga pada akhirnya menikah dengan Ken Arok walau ‘terpaksa’. Walau sebenarnya waktu itu Ken Dedes tengah memiliki kandungan anak Tunggul Ametung.

Narasi bersambung sesudah berpuluh tahun lalu, sesudah anak tunggul ametung yang bernama Anusapati dewasa serta terasa berprasangka buruk jika dia ialah anak tiri sebab seringkali diperlakukan berlainan dengan saudara-saudaranya. Sesudah menekan ibunya Ken Dedes, dia juga baru tahu jika sampai kini Ken Arok ialah pembunuh bapak kandungnya.

Sesudah sukses memperoleh Keris Sakti Empu Gandring yang disimpan oleh Ibunya, Anusapati lantas memerintah pembantunya untuk membunuh Ken Arok. Tragisnya sesudah pekerjaan itu dituntaskan, pembantunya sendiri ikut dibunuh oleh Anusapati untuk bersihkan namanya, seakan-akan dia tengah selamatkan Ken Arok.

Keris Pusaka Setan Kober 


Keris legendaris Indonesia sangat sakti satu ini adalah senjata pusaka punya Arya Panangsang, Adipati Jipang. Dibikin oleh Empu Supo Mandagri, seseorang empu populer dari Tuban, Jawa Timur. Yang satu hari akan memutuskan untuk memeluk agama islam sebab fakta spesifik serta jadi murid Sunan Ampel

Di balik kesaktian Keris Pusaka Setan Kober, nyatanya dia memiliki ciri-ciri ‘panas’ sang pemiliknya seperti gampang terpancing amarah serta akan tidak berhenti bila belumlah sukses menaklukkan musuhnya.

Banyak cerita bercerita Keris Pusaka Setan Kober populer Haus Darah, serta keberadaannya dipandang seperti Tulah yang seringkali ‘menguasai’ jiwa Arya Penangsang untuk membunuh beberapa orang terpenting di waktu kemarin.

Hingga kemudian keris setan kober sukses dihilangkan, tidak didapati tentu sebelum atau setelah kematian Arya Penangsang, keris sakti itu amblas dari muka bumi.

Keris Cenderung Campur 


Seperti namanya ‘campur’, keris ini adalah bikinan ramai-ramai empu, bahkan juga beritanya menyertakan sampai beberapa ratus empu tersohor. Diluar itu bahan kerisnya datang dari batu meteor di beberapa tempat keramat.

Tetapi sayangnya, keris ini diketahui mempunyai khodam jahat karena beberapa empu pembuat nya sama-sama berselisih mengunggulkan kemampuan semasing sesudah mentransfer kemampuan pada keris itu.

Sejak dibuat, kemampuan dahsyat yang ada pada keris cenderung pada akhirnya jadi pemicu peperangan beberapa pemimpin kerajaan majapahit sampai mereka sama-sama menikam sesamanya, untuk merebutkan keris cenderung campur. Serta tidak cuma itu, disebutkan ikut keris cenderung memiliki tulah yang membawa wabah penyakit di Majapahit.

Perihal ini membuat beberapa empu pembuatnya menyatu untuk merusak keris ciptaan mereka sendiri. Sampai pada akhirnya diantar keris sabuk inten untuk mengalahkannya. Tetapi dalam pertarungan itu, keris sabuk inten tidak mampu mengalahkan kemampuan keris cenderung campur.

Hingga kemudian mereka mengutus keris sengkelat serta sukses menaklukkan kesaktian keris cenderung campur. Konon tuturnya, dia melarikan diri ke angkasa jadi komet berbuntut lintang kemukus serta meneror tiap-tiap 500 tahun sekali, akan membawa wabah penyakit serta peperangan umat manusia di bumi 😀

Keris Naga Sasra Sabuk Inten 


Masih tetap peninggalan zaman kerajaan Majapahit juga. Keris ini terbagi dalam dua benda pusaka yakni keris Naga Sasra serta Sabuk Inten. Serta populer dengan luk tiga belas, sembilan, sebelas serta dapat berdiri dengan sendiri.

Keris ini satu maha karya dari pembuat keris terkenal Ki Nom. Dikisahkan legenda mengenai Keris Naga Sasra Sabuk Inten datang dari cerita Mahesa Jenar, murid yang paling disayangi Syekh Siti Jennar. Kharismanya demikian kuat sampai Mahesa Jenar tertarik untuk mengincar kehadiran keris itu.

Sebab disebutkan buat siapapun yang sukses mempunyai Keris Naga Sasra Sabuk Inten, dia bisa menjadi pewaris tahta kerajaan Demak.

Keris Caburuk 


Rata-rata keris sakti memang datang dari pulau Jawa, terpenting di masa- waktu kejayaan Majapahit. Keris Caburuk sendiri adalah maha karya empu Supa Madrangi. Sebelumnya keris ini keinginan dari Sunan Kalijaga serta bukan menjadi benda pusaka, tetapi cuma digunakan untuk Sunan Kalijaga memotong kambing.

Sang Kanjeng Sunan Kalijaga juga awalannya ‘mengerjai’ empu supa dengan memberi satu biji besi sebesar asam jawa menjadi bahan pembuatan keris.

Dia memandang Sunan bercanda serta ini betul-betul tidak mungkin. Setelah dipegangnya, biji besi itu semakin lama makin jadi membesar sampai sebesar gunung. Dinilah Empu Supa baru tahu kesaktian Sunan Kalijaga.

Skip skip skip ceritanya, Ketenaran Keris Caburuk konon sempat digunakan oleh Sultan Hadiwijaya menantang keris setan kober punya Arya Penangsang. Kedua-duanya saling kuat serta tidak terkalahkan sampai pada akhirnya Sunan Kudus hadir serta melerai perkelahian mereka.

Keris Taming Sari 


Dibikin dari 99 bahan besi berlainan serta kayu galeh kelor. Awalannya keris ini dipunyai oleh Taming Sari, seseorang pendekar sakti dari kerajaan Majapahit serta beralih pemilik sesudah ditaklukkan oleh Hang Tuah. Serta dia juga pada akhirnya menyebut keris itu sama dengan nama rivalnya.

Narasi setelah itu, Hang Tuah diketahui menjadi pendekar yang seringkali membantu rakyat serta kesultanan Malaka. Sampai pada akhirnya kedekatan Hang Tuah dengan Sultan Malaka membuat sirik beberapa orang istana.

Mereka juga memfitnah Hang Tuah telah berani berzina dengan salah satunya dayang yang paling disayangi Sultan. Vs narasi lainnya disebutkan Hang Tuah ingin menggulingkan kekuasaan Sultan.

Sesudah Sultan tahu tentang itu, dia juga murka serta memerintah pengawalnya untuk tangkap Hang Tuah. Sebab atas titah Sultan, dia juga tidak ingin menantang beberapa pengawal Sultan.

Akan tetapi waktu ingin dilakukan mati, Bendahara Sultan tidak yakin jika Hang Tuah sudah berzinah, dia juga pada akhirnya membebaskan dengan diam-diam serta memenggal kepala kera besar untuk mengelabui Sultan.

Skip skip skip ceritanya, Hang Tuah memiliki teman dekat bernama Hang Jabat yang populer sama saktiny. Sesudah dengar kematian sahabatnya, Hang Jabat mengamuk serta meneror kesultanan Malaka.

Tidak ada satupun pengawal Sultan yang mampu menaklukkan kekuatannya. Narasi bersambung bendahara Sultan pada akhirnya menceritakan jujur jika dia tidak jadi membunuh Hang Tuah. Dengar berita senang itu pada akhirnya dia menyebut Hang Tuah.

Akan tetapi di tempat ini Sultan picik tidak bercerita pemicu sebetulnya. Sampai Hang Tuah juga melawan Hang Jabat untuk bertanding. Lihat sahabatnya sendiri, Hang Jabat juga pada akhirnya mengalah sampai dia mati terbunuh di tangan Hang Tuah dengan keris sakti Taming Sari tertikam di dadanya.

Sesudah tahu perihal yang sebetulnya, Hang Tuah menyesal sudah membunuh teman dekat terbaik. Dia sedih pada sultan sampai dia juga tinggalkan negeri itu untuk selamanya.

Tetapi vs narasi lainnya menceritakan Hang Tuah sangat terpaksa membunuh Hang Jabat sahabatnya sebab dia mabuk kekuasaan serta lakukan tindakan sewenang-wenang pada rakyat sesudah dia diangkat jadi Laksamana Malaka oleh Sultan.



LINK ALTERNATIF :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar