SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Legenda 4 Wanita Cantik Tiongkok Penguasa Dinasti - Zona Keepo

Jumat, 19 Oktober 2018

Legenda 4 Wanita Cantik Tiongkok Penguasa Dinasti

Legenda 4 Wanita Cantik Tiongkok Penguasa Dinasti


ZonaKeepo - Dalam narasi rakyat Tiongkok atau Cina, cerita kehidupan Tokoh sebagai fantastis tetap tercatat dalam riwayat lewat naskah-naskah kuno, syair, manuskrip mitologi ataupun daya ingat lisan narasi memoar yang di turunkan dari buyut ke cucu sampai generasi-generasi selanjutnya. Narasi Legenda Wanita Cantik Tiongkok Sangat Punya pengaruh dalam Dinasti Kerajaan ini juga telah tercampur dengan beberapa vs narasi.

Cerita Legenda 4 Wanita Cantik Hanzi : 四大美人; pinyin : si da mei ren; kadang penulisannya Hanzi : 四大美女; pinyin : si da mei ni ialah empat wanita yang pada jaman dulu populer sebab pesona kecantikannya.

Perjalanan hidup mereka mempunyai dampak yang besar pada riwayat dinasti kerajaan. Riwayat menulis pesona kecantikan mereka memengaruhi keberlangsungan kekuasaan beberapa raja ataupun kaisar akan pergantian pemerintahan yang lebih baik atau keruntuhan dinasti kerajaan.

Tetapi umumnya cerita hidup mereka selesai ironis dengan rasa sedih atau tragedi, bahkan juga mengakibatkan penderitaan buat rakyat. Berikut cerita empat wanita cantik Tiongkok yang hidup di empat dinasti kerajaan, ruangan serta waktu yang berlainan era, serta mempunyai cerita narasi yang berlainan :

1. Cerita Xi Shi (西施) dalam Dinasti Zhou. 



Xi Shi hidup pada tahun 560 SM ialah salah satunya tokoh dari empat wanita paling cantik Tiongkok di penghujung Jaman Musim Semi serta Gugur (jaman penghujung Dinasti Zhou). Dia dilahirkan di seputar Kuaiji ( 會稽), lokasi Zhejiang saat ini dengan nama Shi Yikuang (施夷光). Dia di panggil Xi Shi sebab dia tinggal di dusun bermarga Shi yang letaknya di samping barat dusun tetangga. Dikisahkan jika Xi Shi tinggal Zhuji, ibukota negara Yue pada jaman musim semi serta musim gugur.

Karena sangat cantiknya ia, disebutkan jika ikan-ikan ikut nenenggelamkan/sembunyikan diri sebab malu waktu ia tengah membersihkan bajunya di sungai. Di saat itu negara Yue jadi bawahan negara Wu serta mesti membayar upeti sebab kalah perang. Raja negara Yue, Gou Jian, yang juga pernah ditawan sebab kalah perang, diam-diam membuat gagasan pembalasan dengan strategi wanita cantik. Menteri negara Yue, Fan Li, lalu persembahkan Xi Shi serta Zhen Dang (wanita lainnya) pada Fu Chai, raja negara Wu pada tahun 490 SM.

Strategi wanita cantik itu sukses, Fu Chai melupakan masalah pemerintahan negara serta membunuh penasehatnya sendiri, Wu Zixu yang mengkritik Fu Chai. Fu Chai bahkan juga menghamburkan sumber daya untuk membangun satu istana spesial untuk wanita-wanita cantiknya yang makin memperlemah negara Wu. Tahun 473 SM, raja Gou Jian (negara Yue) mengalahkan tentara negara Wu. Fu Chai raja Wu lalu bunuh diri.

Sesudah Wu kalah, konon Gou Jian raja Wu memerintah Xi Shi untuk ditenggelamkan ke danau supaya ia tidak alami nasib seperti Fu Chai raja Wu yang mabuk akan kecantikan Xi Shi. Pada cerita lainnya dikisahkan jika sesudah Wu kalah, Fan Li pensiun serta membawa Xi Shi untuk hidup bersama dengan dianya. Fan Li lalu ganti namanya jadi Tao Zhu Gong serta jadi entrepreneur yang sukses serta kaya raya.

2. Cerita Wang Zhaojun (王昭君) dalam Dinasti Han. 



Wang Zhaojun (nama lainnya Wang Qiang) hidup pada era ke 1 Masehi, pada saat dinasti Han berkuasa. Dia ialah satu dari empat wanita cantik Tiongkok. Kecantikannya disebutkan bisa menjatuhkan burung-burung yang tengah terbang. Dia dilahirkan dalam keluarga ada di daerah yang saat ini terdapat di kabupaten Xingshan, propinsi Hubei di lokasi selatan kerajaan Han barat. Dalam perjalanannya ke Xiongnu dia juga populer menggunakan jaket bulu sekalian menuai alat musik pipa serta menunggang keledai. Deskripsi berikut yang sama dengan Wang Zhaojun.

Pada tahun 38 M, Kaisar Yuan Di keluarkan maklumat kekaisaran untuk mengundang gadis-gadis cantik dari semua negeri ke istana. Dua tahun lalu, seputar tahun 40 Masehi, Wang Zhaojun di panggil masuk dalam istana untuk melayani kaisar Yuan (Liu Shi) menjadi selir. Saat di istana, Wang Zhaojun belum pernah sekalinya didatangi (dalam makna melayani/berhubungan seks) oleh kaisar.


Perihal ini dikisahkan sebab kaisar mempunyai selir baru yang akan melayaninya lewat cara lihat lewat lukisan muka yang dibikin oleh seniman Mao Yanshuo. Wang Zhaojun konon tidak bersedia menyogok pelukis istana itu untuk melukisnya dengan cantik, hingga si pelukis lantas melukisnya dengan buruk. Mengakibatkan kaisar menduga jika Wang Zhaojun ialah wanita buruk serta tidak memilihnya.

Pada saat itu berlangsung perseteruan berkelanjutan pada kerajaan Han barat dengan suku Xiongnu (terpenting Xiongnu barat). Satu saat pemimpin Xiongnu timur yang bersekutu dengan Han, Huhanye, hadir ke-3 kalinya Chang’an dalam rencana kunjungan penghormatan. Huhanye lantas minta supaya ia dapat jadi menantu kekaisaran. Permintaannya tidak diluluskan, namun Huhanye dikasihkan kompensasi berbentuk selir-selir kaisar (terpenting yang tidak didatangi kaisar). Wang Zhaojun ialah salah satunya diantara mereka yang dikasihkan pada Huhanye.

Dituliskan dalam Hou Han Shu, Wang Zhaojun sendiri dengan suka-rela ajukan diri untuk di kirim ke Xiongnu sebab ia sedih menanti. Lantas, kaisar Yuan yang baru kali pertamanya berjumpa dengan Wang Zhaojun tertegun akan kecantikannya serta begitu menyesal bahkan juga sudah sempat memperhitungkan kembali ketetapan untuk memberi Wang Zhaojun pada Huhanye. Akan tetapi pada akhirnya kaisar Yuan merelakan Wang Zhaojun untuk persekutuan Han serta Xiongnu.

Wang Zhaojun lalu jadi selir yang paling disayangi Huhanye serta melahirkan dua pangeran serta satu putri. Sesudah Huhanye wafat, Wang Zhaojun meminta supaya bisa kembali pada China daratan, akan tetapi permohonannya tidak diterima kaisar Cheng (Liu Ao). Kaisar Cheng justru memerintah supaya ia ikuti kebiasaan Xiongnu untuk menikah dengan pemimpin Xiongnu selanjutnya, putra paling tua Huhanye. Dalam pernikahannya yang ke-2, ia melahirkan 2 putri. Wang Zhaojun juga menolong Huhanye dalam meningkatkan kerajaan Xiongnu, jadi itu orang Xiongnu begitu menghargai Wang Zhaojun.

Dalam legenda lainnya, dikisahkan sesudah permohonannya untuk kembali pada daratan tidak diterima kaisar Cheng, Wang Zhaojun bunuh diri menjadi usaha untuk menampik menikah kembali dengan anaknya sendiri. Sebab Wang Zhaojun, saat seputar 60 tahun tercipta perdamaian pada Han serta Xiongnu. Pemerintah Tiongkok saat ini menggunakan Wang Zhaojun menjadi lambang persatuan pada etnis Han dengan etnis minoritas yang lain.

3. Cerita Diao Chan (貂蟬) dalam Dinasti Ming.



Diao Chan diberitakan lahir pada tahun 161 atau 169 Masehi, adalah satu diantara empat wanita cantik yang terdaftar dalam riwayat kuno Tiongkok. Berlainan dengan ke-3 wanita cantik yang lain, dia tidak terdaftar dalam buku riwayat ataupun catatan manuskrip apa pun; dia bahkan juga dipandang seperti tokoh fiksi yang dibikin oleh penulis novel Luo Guanzhong dari Dinasti Ming.

Disebutkan jika kecantikan Diao Chan bisa membuat awan-awan menutupi bulan purnama. Tujuannya kecantikan Diao Chan menutupi kecantikan bulan purnama. Diao Chan ialah pelayan Wang Yun yang sudah dipandang seperti anak kandung sendiri. Wang Yun lantas menggunakan strategi wanita cantik dengan kesepakatan Diao Chan sendiri untuk memecah-belah Dong Zhuo yang waktu itu berkuasa sewenang-wenang dengan Lu Bu, panglima andalan sekaligus juga anak angkat Dong Zhuo sendiri.

Diao Chan ikut diberitakan muncul dalam satu Roman Kerajaan Tiga – Sam Kok (satu novel yang ditulis oleh Luo Guanzhong dari Dinasti Ming). Dia dikisahkan menolong perwira Wang Yun dalam merayu ksatria Lu Bu untuk membunuh seseorang tiran, Dong Zhuo. Dalam usaha pembunuhan itu mewajibkan Diao Chan jadi salah satunya gundik/selir Dong Zhuo, meskipun sebetulnya dia ialah kekasih Lu Bu. Dia sukses membuat kedua-duanya cemburu serta sama-sama berkompetisi sampai ke satu pertarungan, misi Diao Chan waktu itu juga dipandang sukses.

4. Cerita Yang Guifei (楊貴妃) dalam Dinasti Tang 



Yang Guifei (nama lainnya Yang Yuhuan; Hanzi : 楊玉環) hidup pada tahun 719-756 Masehi, datang dari Huayin, Hongnong. Dia hidup pada saat Dinasti Tang berkuasa. Ia jadi yatim piatu pada umur yang termasuk muda. Dia lalu tinggal bersama dengan pamannya di Henan.

Pada bulan 11 tahun ke 22 periode Kaiyuan (734 M), dia jadikan selir Pangeran Shou, anak dari Kaisar Xuanzong, dari Dinasti Tang. Dia diberitakan mempunyai kecantikan yang membuat keanggunan serta pesona beberapa bunga tidak ada berarti. Dia ialah satu diantara empat wanita paling cantik dalam riwayat Tiongkok. Konon kecantikannya membuat bunga yang tengah mekar juga jadi malu.

Yuan Guifei adalah istri yang di cintai oleh Raja Tang, Kekaisaran Xuanzong. Dia populer akan hubungan dengan Li Longji (Kaisar Xuanzong dari Tang), yang sebetulnya ialah mertuanya. Dia lalu jadi salah satunya wanita terkuat di istana saat riwayat Tiongkok, tetapi lalu di esksekusi sebab Pemberontakan Anshi yang protes kekuasaan keluarga Yang, terpenting Yang Guozhong, sepupu Yang Guifei yang jadi Perdana Menteri Tang saat itu. Meskipun begitu, dia ialah seseorang Dewi yang begitu cantik, yang sempat hidup dalam mitologi China.

Misterinya Kehidupan memvisualisasikan jika Kecantikan tidak jamin membawa kebahagiaan. Seperti Cerita Legenda Wanita Cantik Tiongkok Sangat Punya pengaruh dalam Dinasti Kerajaan ini.



LINK ALTERNATIF :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar