SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Seorang Pria Angkat Tangan selama 45 tahun Demi Bhaktinya Kepada Dewa Siwa - Zona Keepo

Kamis, 11 Oktober 2018

Seorang Pria Angkat Tangan selama 45 tahun Demi Bhaktinya Kepada Dewa Siwa

Seorang Pria Angkat Tangan selama 45 tahun Demi Bhaktinya Kepada Dewa Siwa


ZonaKeepo - Tidak makan saat sebulan..ah biasa! Tidak sikat gigi saat 2 bulan, itu juga sangat mainstream. Bagaimana dengan mengusung tangan saat 45 tahun tiada henti serta tidak sempat beristirahat?. Rasa-rasanya memang terdengar tidak mungkin buat kita, tetapi fakta berkata lainnya. Seseorang pertapa beraliran Siwa di India bernama Sadhu Amar Bharati sudah mengusung lengan kanannya dalam tempat tinggi menunjuk langit. Apakah yang dia kerjakan telah jadi nazar dalam kehidupannya.

Sadhu Amar Bharati sebetulnya hidup seperti manusia biasa. Ia miliki kegiatan rutin kerja sehari-hari, mempunyai rumah dan istri serta tiga orang anak. Sampai dalam satu hari di tahun 1970, Sadhu Amar Bharati memperoleh firasat ghaib dalam mimpinya. Saat terjaga dia akan memutus untuk tinggalkan semua permasalahan duniawi serta mengabdikan diri dan melayani Dewa Siwa sepenuh hati sebagai pujaannya.

Untuk Perdamaian Umat Manusia serta Baktinya Pada Dewa Siwa, Sadhu Amar Bharati Ikhlas mengusung tangannya saat 45 tahun semenjak 1973 



Tidak lagi mencari kesenangan hidup, pria berkumis tipis melengkung yang telah ‘meninggalkan’ anak istrinya itu juga mengubah penampilannya seperti seseorang pertapa. Dengan kenakan pakaian agamis simpel, Sadhu berpindah-pindah tempat untuk meditasi sekalian membawa tongkat logam Trisula yang dipercayainya. Tunjukkan jika dia ialah seseorang Sadhu, pertapa yang memuja Dewa Siwa, membaktikan hidupnya pada Dewa sang pelebur alam semesta.

Tiga tahun jadi seseorang Sadhu tidak ikut membuat Amar Bharati nyaman dengan kehidupan barunya. Dia terasa masi lekat dengan beberapa hal kemewahan. Pas di tahun 1973, menjadi pemutus duniawi Sadhu Amar Bharati akan memutus untuk mengusung tangan kanannya serta bersumpah pada Dewa Siwa jika dia akan tidak turunkan tangannya kebawah ditambah lagi sampai memakai tangan kanannya untuk perihal apa pun.


Tekadnya yang demikian besar, jadikan nazar itu terlunaskan. Lebih dari 45 tahun sampai ini hari tangannya belum pernah di turunkan lagi, bahkan juga saat tengah makan, tidur atau boker sekalinya. Semua masyarakat desa yang tinggal tidak jauh dari lingkungan komune Sadhu juga jadi saksi mata, jika mereka lihat dengan mata kepala sendiri Amar Bharati tidak sempat memberi istirahat tangan kanannya, walau sebenarnya mereka terlibat perbincangan sepanjang hari penuh.

Kelamaan Mengusung tangan saat beberapa puluh tahun, Membuat Tangan Amar Bharati jadi keriting pangsit 



Dampak dari Mengusung Lengan Kanannya Saat 45 Tahun membuat tangan Amar Bharati begitu kurus, seperti tulang yang terbungkus kulit, serta membuat lebih kecil dibanding tangan kirinya. Tidak tahu ritual apakah yang tengah digerakkan oleh Amar Bharati, akan tetapi temannya sama-sama pertapa Sadhu menjelaskan jika Amar Bharati sedih dengan semua peperangan, perseteruan antar manusia yang berlangsung di semua dunia. Bharati juga pada akhirnya mengusung tangannya menjadi lambang perdamaian serta dedikasi imannya pada Dewa Siwa.

Tidak dikit beberapa Sadhu lainnya ikut ikutan mengusung tangan mereka seperti Bharati walau cuma mampu meredam saat beberapa waktu saja. Sadhu Amar Bharati bercerita pengalamannya waktu dia pertama-tama mengusung tangan tiada sempat beristirahat, berikut ceritanya;


‘Di awal tahun pertama rasane begitu sakit mengagumkan, tetapi pada akhirnya saya dapat menaklukkan perasaan sakit itu. Sesudah kira-kira 2 tahun tidak lagi ada perasaan encok pegal linu. Karena sarafku telah mati serta urat-urat ku sudah berhenti mengembang. Tetapi efeknya engsel tulangku macet ngendok serta tidak dapat digerakkan sedikitpun.

Kaku mengeras dalam tempat semi vertikal, tetapi anehnya kuku-kuku jariku kok masih tetap tumbuh selalu ya, ya telah kubiarkan saja sekalipun dia tumbuh gondrong lagian saya ikut jarang mandi tidak tung tuangkan, palingan 3 bulan cuma sekali saja itu juga jika tidak menyengaja kehujanan tambah Sadhu Amar Bharati sekalian berpose jari menunjuk salah satunya paslon spesifik.




LINK ALTERNATIF :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar