SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Dua Belas Tahun Tinggal di Ruamah Tidak Wajar Huni, Keluarga Ini Bercita-cita Makan Ayam Goreng Waktu Ramadan - Zona Keepo

Selasa, 14 Mei 2019

Dua Belas Tahun Tinggal di Ruamah Tidak Wajar Huni, Keluarga Ini Bercita-cita Makan Ayam Goreng Waktu Ramadan

Dua Belas Tahun Tinggal di Ruamah Tidak Wajar Huni, Keluarga Ini Bercita-cita Makan Ayam Goreng Waktu Ramadan 



ZonaKeepo - Keluarga Surhaya Musa serta suaminya, Amran Roseh.

Bersama dengan ke-3 anaknya, keluarga asal Kampung Lepan Jaya, Gua Musang, Kelantan, Malaysia ini hidup serba kekurangan.

Bagaimana tidak, tidak hanya tinggal di dalam rumah tidak wajar huni, keluarga beranggotakan lima orang itu cuma dapat makan nasi dengan lauk ikan kering selama seharian.

Dikutip Grid.ID dari Kosmo.com pada Senin (13/5/2019), Surhaya, Amran serta ke-3 anaknya itu telah dua belas tahun jalani kehidupan itu.

Permasalahan keuangan dimaksud Surhaya jadi pemicu susahnya kehidupan mereka.

Susahnya, Surhaya bahkan juga tidak dapat menyetujui kemauan ke-3 anaknya melahap ayam goreng untuk menyongsong datangnya bulan suci Ramadan.

Saat libur sekolah datang, ke-3 anaknya Muhammad Faris Hakim (12), Nur Alisha Qaisara (7), serta Muhammad Ammar Hakim (5) akan memancing ikan di sungai.

Ikan yang didapatkan itu akan jadikan lauk untuk buka puasa serta sahur.

Amran sang suami cuma kerja jadi buruh terlepas di kampung dengan pendapatan tidak menentu.

Uang yang dibuat Amran cuma sekitar 300 Ringgit Malaysia atau sama dengan Rp 1 juta.

Tentu saja pendapatan Amran itu tidak bisa memenuhi keperluan mereka berlima sepanjang sebulan.

Sesaat Surhaya tidak dapat kerja karena dianya menderita asma serta sawan atau lebih diketahui dengan arti epilepsi.

Rumah yang sekarang ini ditempati rupanya dibuat sendiri oleh Amran memakai kayu tidak terpakai yang dia dapatkan diatas tempat punya mertuanya.

Menurut Surhaya, bila hadir musim hujan, mereka sangat terpaksa pindah.

Masalahnya tempias air hujan akan masuk ke di rumah lewat sela atap atau dinding serta membuat semua basah.

“Setiap kali hujan kami sangat terpaksa beralih tempat tidur sebab air hujan masuk di semua sisi rumah yang sempit serta hampir roboh,” katanya.

Surhaya pernah coba meminta pertolongan untuk rumah yang lebih wajar pada pemerintah ditempat.

Sayangnya, hal tersebut belum pernah membawa hasil.

SUMBER BERITA : PALINGSERU.COM





LINK ALTERNATIF :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar