SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Shotel Abyssinia, Pedang Perang Beberapa Ksatria Ethiopia yang Seperti dengan Celurit Madura - Zona Keepo

Senin, 10 Juni 2019

Shotel Abyssinia, Pedang Perang Beberapa Ksatria Ethiopia yang Seperti dengan Celurit Madura

Shotel Abyssinia, Pedang Perang Beberapa Ksatria Ethiopia yang Seperti dengan Celurit Madura 



ZonaKeepo - Sebelum ditemukannya senapan berpeluru kekinian, pedang sudah jadi senjata tradisionil yang banyak dipakai oleh beberapa kerajaan kuno di penjuru dunia. Diantaranya merupakan satu senjata tajam bernama Shotel yang biasa dipakai oleh prajurit kekasisaran Abyssinia asal Ethiopia, Afrika Timur. Bila disaksikan dari memiliki bentuk yang melengkung, selintas seperti dengan celurit Madura tetapi memiliki ukuran dikit semakin besar.

Beberapa ksatria yang memakai Shotel jadi senjata mereka, dikatakan sebagai Shotelai. Diambil dari atkinson-sword.com, pedang yang mempunyai design melengkung itu adalah pedang dua bagian hasil tempaan dengan kualitas paling baik. Ukurannya sekitar 13 inchi dengan mata lengkungan mata pisau yang sampai 27 inchi. Jadi pegangan, Shotel dipasangkan dengan bilah kayu dengan piringan tembaga pada gagangnya, yang setelah itu dibungkus dengan kulit.

Mengacu situs ancient -origins.net, waktu Amda Semyon I berkuasa atas kekaisaran Ethiopia, dia membuat satu unit elit yang bernama Axurarat Shotelai. Dimana beberapa anggotanya dipersenjatai dengan Shotel jadi pertahanan diri. Kehadiran pasukan elit ini, didukung oleh hadirnya kavaleri Hareb Gonda serta Korem, serta unit pemanah bernama Keste Nihb. Saat itu, Shotel dipandang senjata yang mematikan karena dapat dipakai untuk menyerang di seputar wilayah penting seperti ginjal serta paru-paru.

Beberapa prajurit Abyssinian yang memakainya, akan bertanding dari balik perisai kulit bulat memiliki ukuran besar sambil mengayunkan Shotel punya mereka. Berlainan dengan pedang-pedang kerajaan Eropa yang lurus serta sering dipakai dengan tehnik tusukan, Shotel tidak demikian karena desainnya yang melengkung serta lebih pas untuk pergerakan menebas. Ujungnya yang lancip, dapat menerjang bagian anggota badan musuh pada bagian kanan serta kiri walau mereka menggunakan tameng di depannya.


Diambil dari situs atkinson-sword.com, Shotel datang dari era pertengahan serta bertahan dalam gelombang dampak barat sampai era ke-19. Keberadaannya dipercaya tidak terlepas dari khopsh (Flachion, Kopesh), yang disebut pedang bikinan masa Mesir kuno Periode Menengah ke-2 (Hyksos). Khasnya, Shotel dipandang bukan jadi pedang untuk pertarungan, tetapi hanya hiasan untuk mengagumkan perhatian seseorang gadis.

Dalam kisah-kisah yang dikisahkan oleh beberapa orang Eropa, Shotel dilukiskan jadi senjata yang tidak praktis dipakai dalam pertarungan. Bahkan juga karena sangat sangsinya mereka dengan Shotel, dia dipandang tidak mewakili “roh ksatria berpedang” yang sebenarnya, akibatnya karena memiliki bentuk yang dipandang bukan jadi pedang umumnya dan kurangnya peranan untuk dipakai dalam perang.

Dengan bentuk ukiran pada bilah melengkunya yang ciri khas, Shotel dipandang tidak mewakili karakter pedang konvesional yang berkesan lurus. Meskipun begitu, keberadaannya di waktu lampau demikian dihandalkan sampai jadikan jadi senjata pasukan elit kekaisaran Ethiopia. Sampai selanjutnya dipandang tidak lebih dari sebatas pemanis untuk mengundang perhatian seseorang wanita, Shotel masih jadi senjata legendaris dari kekaisaran Ethiopia yang sudah mendunia.




LINK ALTERNATIF :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar