SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Siswa SMP di Blitar Tak Mau Sekolah Lagi Gara Gara Dibully Hingga 6 Kali Pingsan - Zona Keepo

Senin, 04 November 2019

Siswa SMP di Blitar Tak Mau Sekolah Lagi Gara Gara Dibully Hingga 6 Kali Pingsan

Siswa SMP di Blitar Tak Mau Sekolah Lagi Gara Gara Dibully Hingga 6 Kali Pingsan


ZonaKeepo - Aksi bullying antar siswa nyatanya masih sering terjadi hingga saat ini, meski telah banyak kasus yang mencuat ke media dan akhirnya dijatuhkan hukuman. Ya, hal tersebut masih belum memberi efek kesadaran atau pun jera bagi para pelaku bullying.

Mereka memanfaatkan kelemahan para korban untuk terus menyerangnya, baik dalam bentuk fisik, verbal atau psikologis.

Hal ini jelas membuat korban merasa tertekan bahkan sampai trauma, seperti seorang siswa SMP Negeri di Blitar ini. Korban yang masih berusia 12 tahun ini mengalami trauma mendalam hingga memutuskan untuk tidak mau sekolah lagi.

Semula berawal saat korban diterima sekolah di sebuah SMPN di Kabupaten Blitar Timur. Sejak awal masuk sekolah, korban kerap dijahili teman-teman sekelasnya. Namun seiring berjalannya waktu, aksi perundungan itu semakin parah hingga menyebabkan korban pingsan.

Dilansir newsdetik.com, puncaknya usai upacara Hari Sumpah Pemuda, Senin 28 Oktober 2019 lalu. Saat itu korban mendapat penyerangan dari belakang yang kemudian menyebabkan ia jatuh pingsan.

“Anak saya merasa dipegang lehernya dari belakang lalu dipukul. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa,” kata S, ayah korban.

Tekanan pun berlanjut saat korban pergi mengaji ke musala yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah. Saat itu, korban bertemu dengan salah satu pelaku bullying, dan mengancamnya.

“Sejak saat itu, anak saya sudah gak mau sekolah. Saya lalu lapor ke pihak sekolah untuk memberitahukan kondisi anak saya,” kata S.

Namun saat beberapa pelajar yang diduga terlibat dalam aksi bullying dipanggil dan diinterogasi pihak sekolah, tak ada satupun yang mengaku.

Di sinilah, korban yang selama ini memendam kepedihan akhirnya membuka suara.

Dia terang-terangan mengungkapkan jika selama ini sering dipukul, ditendang sampai dibanting oleh para pelaku. Bahkan saat kondisi pingsan terakhir, berdasarkan pengakuan teman lainnya, alat kelaminnya dibuat mainan oleh beberapa pelaku.

“Saya syok mendengarnya Mbak. Anak saya mengaku pingsan enam kali karena menahan sakit. Selama ini saya pikir, dia sering pingsan itu bukan karena dipukul temannya. Makanya ini saya laporkan ke polisi,” tutur S.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar