SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Berbohong Telah Diculik 10 Orang Remaja ini Ngaku Nekat Ngarang Penculikannya Karena Hidup di Kampung Merasa Kesepian - Zona Keepo

Sabtu, 21 Desember 2019

Berbohong Telah Diculik 10 Orang Remaja ini Ngaku Nekat Ngarang Penculikannya Karena Hidup di Kampung Merasa Kesepian

Berbohong Telah Diculik 10 Orang Remaja ini Ngaku Nekat Ngarang Penculikannya Karena Hidup di Kampung Merasa Kesepian


ZonaKeepo - Bak penulis skenario, remaja bernama Sulastri (19) ini begitu pandai membuat dan mengarang cerita.

Dia membuat keadaan seolah-seolah dia menjadi korban penculikan dan penyekapan yang dilakukan oleh sepuluh orang.

Yang lebih bikin geleng-geleng kepala, meski penculikan dan penyekapan itu hanya bohong semata, Sulastri dengan percaya diri dan beraninya datang melapor ke pihak kepolisian bersama pacarnya, Amir, yang mengaku sebagai kakak angkatnya, seperti dilansir TribunBangka.com.

Dan di hadapan petugas, dia menjelaskan kronologi kejadian.

Berdasarkan keterangannya, kejadian bermula saat dia dan kedua temannya Sari dan Mika bersantai di taman Wilhelmina Park atau Tamansari Pangkalpinang pada Kamis (19/12/2019) malam.

Tiba-tiba sekawanan penculik datang dan langsung menarik tangan mereka secara paksa.

“Kami dipaksa dan ditarik oleh penculik itu. Saya diseret jatuh dari tangga,” ujar Sulastri.

Lanjutnya, setelah itu mereka dibawa ke dalam mobil Avanza hitam, dengan dibawah ancaman para penculik.

“Sopirnya yang mengancam kami bila teriak, katanya kami mau dibunuh bila teriak, saya bersama teman saya Mika dan Sari,” kisahnya.

Perjalanan akhirnya terhenti di Jalan Pahlawan 12 Kelurahan Keramat, Pangkalpinang. Di sana, mereka dibawa masuk ke dalam rumah kosong dan disekap, dalam kondisi mata tertutup dan tangan terikat.

“Kira-kira umur mereka, sopir 40 lebih dan sembilannya 20 lebih. Tidak ada pelecehan, pas disekap tangan kami diikat dengan tali.”

Meski dijaga ketat dan dalam kondisi mata tertutup serta tangan terikat, Sulastri dapat melarikan diri.

“Waktu saya kabur teman saya dan penculikan waktu itu tertidur. Mereka tidak tahu kalau saya kabur,” terangnya, seolah kejadian itu nyata.

Berbohong
Dengan berbekalkan laporan dan keterangannya, polisi akhirnya melakukan penyelidikan. Namun hasilnya malah mencengangkan.

Sulastri diketahui telah mengarang informasi penculikan dan penyekapan dirinya yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Alasan Sulastri melakukan kebohongan pun tak kalah mengejutkan.

Dia mengaku sengaja mengarang cerita itu karena merasa kesepian dan ingin hidup bebas dari kampungnya, di Balau, Kabupaten Bangka.

“Pengen hidup bebas, di kampung sepi,” ucap dia tanpa bersalah.

“Di tempat saya Desa Tanjung Pura sepi, saya harus mengurus keluarga di sana saya nggak mau, maunya hidup di kos-kosan di Pangkalpinang,” tuturnya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar