SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Warga Sampai Menangis Lihat Kondisi Jenazah Bocah 12 Tahun yang Jadi Korban Kecelakaan Antara Mobil dan Kereta API - Zona Keepo

Selasa, 24 Desember 2019

Warga Sampai Menangis Lihat Kondisi Jenazah Bocah 12 Tahun yang Jadi Korban Kecelakaan Antara Mobil dan Kereta API

Warga Sampai Menangis Lihat Kondisi Jenazah Bocah 12 Tahun yang Jadi Korban Kecelakaan Antara Mobil dan Kereta API



ZonaKeepo - Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api dengan kendaraan roda empat dilaporkan kembali terjadi.

Angka kecelakaan di kawasan kereta api memang cukup memprihatinkan. Aksi nekat menerobos palang penutup adalah salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan.

Ya, banyak pengemudi nakal yang nekat menerobos palang dan bahkan tak menghiraukan teguran petugas yang berjaga.

Seperti halnya dengan pengemudi Daihatsu Sigra bernopol B 1778 FKY, yang terlibat kecelakaan pada Sabtu (21/12/2019) malam di KA Cibitung, di Jalan Raya Bosih Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Hal itu diketahui dari keterangan para saksi di lokasi kejadian.

Seperti dilansir Tribunnews.com, pengemudi mobil yang teridentifikasi bernama Bahrudin (51), sudah diingatkan oleh penjaga palang perlintasan Kereta Api, Aditya (22), dengan menggunakan alarm namun tak dihiraukan.

Pengemudi tetap nekat memaksa melintasi perlintasan, dan disaat bersamaan, Kereta Api Argo Parahyangan KA 69F yang datang dari arah barat menabrak mobil berisikan tujuh orang tersebut.

Seketika, enam dari tujuh korban terpental keluar.

“Jadi kondisi enam korban itu terpental semua, satu pengemudi masih berada di dalam mobil,” kata saksi mata, Doyok (35).

“Semuanya parah, tapi yang prihatin itu kondisi anak kecilnya,” Doyok melanjutkan.

Bahkan saking prihatinnya, Doyok mengaku sampai menangis dan muntah karena menyaksikan tubuh anak kecil itu dalam kondisi terpisah, dan organ dalam tubuh keluar.

Dia juga tak kuasa menahan isak tangis ketika melihat seorang korban paruh baya, yang masih setengah sadar.

“Korban pria bapak-bapak tua ini masih bisa bergerak dan ngerespon ketika kita tegur itu, tapi sebagian kepalanya pecah,” ucapnya.

Adapun keseluruhan nama para korban, yaitu Bahrudin (51), pengemudi mobil, Yanto (50), Watinah (50), Syafrudin (49), Yanda (32), Santi (30), dan Didit (12).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar