SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Raja Salman Diisukan Lagi Bakal Dikudeta oleh Keluarga Kerajaan, Tanda Kiamat Makin Jelas? - Zona Keepo

Selasa, 10 Maret 2020

Raja Salman Diisukan Lagi Bakal Dikudeta oleh Keluarga Kerajaan, Tanda Kiamat Makin Jelas?

Raja Salman Diisukan Lagi Bakal Dikudeta oleh Keluarga Kerajaan, Tanda Kiamat Makin Jelas?




ZonaKeepo - Usai menjadi sorotan usai menutup sementara kegiatan ibadah umrah dan kunjungan ke situs-situs suci seperti Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi kembali memantik perhatian dunia setelah ramai adanya dugaan kudeta yang terjadi di tubuh kerajaan.

Dilansir dari CNNIndonesia.com (08/03/2020), tiga anggota kerajaan Arab Saudi dilaporkan telah ditangkap dengan tuduhan merencanakan aksi kudeta terhadap Raja Salman. Alhasil, konflik internal yang terjadi di tubuh kerajaan Arab Saudi ini membuat isu adanya perebutan kekuasaan semakin merebak. Lantas, apakah ini tanda-tanda dari akhir zaman yang kerap disebut-sebut sebelumnya?

Adanya dugaan kudeta menjadi aksi penangkapan keluarga kerajaan

Adanya dugaan kudeta terhadap pemerintahan Raja Salman, menjadi dasar bagi pangeran Mohammed bin Salman (MBS) melakukan penangkapan terhadap keluarga kerajaan yang tertuduh. Sebelumnya, pangeran MBS juga sempat melakukan penahanan besar-besaran terhadap anggota internal kerajaan dalam upaya penegakan antikorupsi pada 2017 silam.

Tercatat, nama-nama berpengaruh seperti mantan kepala intelijen militer, Pangeran Nayef bin Ahmed, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz yang merupakan ayah dari Pangeran Nayef, Pangeran Nawaf bin Nayef (sepupu Raja Salman), dan mantan putra mahkota Mohammed bin Nayef. Oleh beberapa pihak, peristiwa ini seakan menjadi tonggak untuk pangeran MBS memperkuat poisinya sebagai penerus takhta kerajaan Arab Saudi.

Dianggap sebagai figur kuat posisi Pangeran Mohammed bin Salman sebagai penerus takhta Kerajaan Arab Saudi

Aksi penangkapan yang terjadi untuk kesekian kalinya ini, menjadikan pangeran MBS sebagai kandidat kuat untuk menduduki takhta sebagai Raja selanjutnya menggantikan sang ayah, Mohammed Salman bin Abdul Aziz. “Dengan ‘pembersihan’ ini, tidak ada saingan yang tersisa untuk menghentikan suksesi putra mahkota,” ucap sumber dari sebuah sumber di pemerintahan Saudi dan pemerintahan negara Barat kepada AFP yang dikutip dari CNNINdonesia.com (08/03/2020).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar