SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Uji coba Menakutkan Pada Tubuh Manusia - Zona Keepo

Kamis, 12 Maret 2020

Uji coba Menakutkan Pada Tubuh Manusia

Uji coba Menakutkan Pada Tubuh Manusia




ZonaKeepo - Selama riwayat, manusia tetap tertarik untuk tahu lebih jauh tentang langkah kerja tubuhnya sendiri. Sering eksperimen itu selanjutnya harus merenggut korban jiwa dalam prosedurnya. Di bawah ini ialah 5 uji coba menakutkan yang pernah dikerjakan oleh golongan ilmuwan pada badan manusia.

Mempelajari Perut yang Berlubang 



Alexis St. Martin ialah seorang pemburu bulu hewan asal Kanada. Satu hari pada tahun 1822, dia tanpa ada menyengaja terserang shooting dibagian perutnya. Selesai momen itu, Alexis menanggung derita cedera kronis dibagian perutnya serta dia harus istirahat sepanjang hampir satu tahun. Anehnya walau lukanya tidak keluarkan darah, lubang sisa shooting yang berada di perutnya tidak tertutup.

Lihat hal itu, pada tahun 1825 dokter William Beaumont lalu mengundang Alexis untuk bermalam di tempat tinggalnya agar dia dapat mempelajari isi perutnya. Teman dekat anehdidunia.com pada saat itu, pengetahuan dunia kedokteran tentang langkah kerja skema pencernaan masih minim. William selanjutnya manfaatkan lubang yang berada di perut Alexis untuk mengerti langkah kerja skema pencernaan.

Di antara tahun 1825 sampai 1833, William lakukan bermacam uji coba pada Alexis. Dia akan masukkan bermacam jenis makanan ke perut Alexis, selanjutnya mengukur serta mencatat waktu yang diperlukan oleh semasing makanan agar tercerna.

William ambil cairan dari dalam perut Alexis untuk tahu formasi dari enzim pencernaan. Dengan dibantu oleh ahli kimia Benjamin Silliman serta Robley Dunglison, mereka sukses tahu jika perut manusia membuahkan enzim yang memiliki kandungan asam hidroklorik.

Zombie Haiti 



Clairvius Narcisse ialah nama dari seorang pria asal Haiti yang dipastikan telah wafat pada tanggal 2 Mei 1962 di Deschapelles. Anehnya pada tahun 1980, Clairvius malah ada kembali di desanya dalam keadaan masih hidup.

Clairvius akui jika waktu dia dipastikan wafat serta dikuburkan, dia sebetulnya ada dalam keadaan masih hidup, tetapi lumpuh. Waktu beberapa orang tinggalkan kuburannya, seorang dukun selanjutnya menggali liang kuburnya serta memaksanya kerja jadi budak zombie.

Agar Clairvius tetap bersedia patuhi perintah, dukun majikannya memberi obat spesial pada Clairvius dengan periodik. Teman dekat anehdidunia.com waktu dukun majikannya wafat, Clairvius tidak terima konsumsi obat itu serta dia dengan makin lama makin memperoleh kembali kesadarannya.

Selain itu, ilmuwan Wade Davis sedang ada di Haiti pada tahun 1980-an untuk mempelajari obat spesial yang oleh masyarakat lokal diketahui jadi bubuk zombie Haiti. Sesudah berkunjung ke 4 wilayah tidak sama, Wade sukses memperoleh 8 sampel bubuk zombie.

Bubuk-bubuk itu memakai bahan baku yang berlainan. Tetapi semasing bubuk memiliki kandungan beberapa elemen yang sama. Elemen yang disebut salah satunya ialah toksin ikan buntal, toksin katak, kombinasi ramuan yang datang dari tumbuhan ditempat, dan serpihan kaca.

Toksin ikan buntal sendiri sudah lama diketahui mempunyai dampak melumpuhkan pada korbannya. Menurut sangkaan ilmuwan, bubuk itu waktu masuk ke saluran darah akan membuat korbannya lumpuh serta terlihat seakan-akan seperti orang mati. Selanjutnya waktu orang yang telah terima bubuk zombie diberi obat-obatan yang memberi dampak halusinasi, orang itu akan bertingkah jadi penurut.

Laboratorium Toksin Uni Soviet 




Pembunuhan rahasia bukan hal yang aneh buat negara otoriter jenis Uni Soviet. Untuk memperoleh toksin paling baik yang dapat dipakai untuk singkirkan beberapa musuh Uni Soviet tanpa ada tinggalkan jejak, negara raksasa itu selanjutnya membangun laboratorium spesial untuk mempelajari masalah toksin.

Laboratorium ini diketahui dengan panggilan Camera (Bilik). Beberapa ilmuwan di Camera melakukan eksperimen dengan bermacam jenis toksin dan beberapa tehnik untuk memasukannya ke pada tubuh korban. Mereka mengharap dapat membuat toksin yang tidak mempunyai rasa, berbau, serta tidak bisa diketahui waktu badan korbannya diautopsi.

Untuk mengetes efektifitas dari toksin yang ditelaah, karena itu tentu saja mereka membutuhkan manusia jadi kelinci percobaannya. Teman dekat anehdidunia.com yang jadikan kelinci eksperimen umumnya ialah beberapa tahanan yang dikurung di kamp-kamp kerja paksa Uni Soviet. Bila mereka tidaklah sampai meninggal karena toksin, mereka akan dibunuh dengan ditembak agar info tentang Camera tidak bocor ke siapapun juga.

Tidak diketahui apa toksin yang diharapkan oleh ilmuwan Camera itu selanjutnya sukses dibuat. Jika menurut dokumen rahasia CIA yang dikeluarkan ke publik pada tahun 1964, project Camera telah ditutup oleh Uni Soviet pada tahun 1953. Tetapi riset tentang toksin tersebut dipercaya masih diteruskan oleh Uni Soviet dengan diam-diam.

Menggerakkan Mayat Menggunakan Listrik 




Giovanni Aldini ialah ilmuwan asal Bologna, Italia, yang hidup pada tahun 1762 sampai 1834. Dia mempunyai minat terhadpa banyak bagian pengetahuan, tetapi dia paling diketahui dalam penelitiannya yang akan memperingatkan kita akan narasi horor Dokter Frankenstein.

Waktu Giovanni serta beberapa ilmuwan di Bologna terjebak dalam riset tentang pemakaian listrik untuk penyembuhan pada manusia, Giovanni selanjutnya putuskan untuk manfaatkan listrik jadi langkah untuk bereksperimen sekaligus juga atraksi yang akan memikat beberapa orang di seantero Eropa.

Di depan beberapa pemirsa, Giovanni akan tempelkan bermacam kabel serta kawat pada potongan mayat manusia serta binatang. Selanjutnya waktu dia aktifkan tegangan listrik dari baterei yang tersambung pada kawat, mayat-mayat barusan mulai bergerak seakan-akan masih hidup.

Dengan menggunakan cara ini, Giovanni dapat membuat bola mata bergerak, rahang buka serta mengatup, serta menggerakkan bermacam jenis anggota tubuh. Mayat-mayat manusia yang dia pakai untuk atraksi ini didapatkan dari mayat korban hukuman mati. Pemirsa yang melihat atraksi Giovanni tidak pelak merasakan kagum sebab beberapa orang yang telah mat itu terlihat hidup kembali di depan mereka.

Meskipun pertunjukannya terlihat demikian menakutkan, Giovanni sendiri malah dilihat jadi figur genius pada eranya. Hingga dia sempat dikaruniai gelar ksatria dari kaisar Austria.

Unit 731 Jepang 



Mengulas masalah kekejaman Jepang pada saat Perang Dunia II seakan tidak ada habisnya. Tidak hanya lakukan pembantaian pada masyarakat sipil serta memaksakan yang masih hidup kerja jadi romusha, militer Jepang populer sebab pernah membangun sarana riset rahasia yang diketahui jadi Unit 731.

Waktu Unit 731 tetap berdiri, beberapa tahanan diberi bibit-bibit penyakit membahayakan seumpama antraks serta pes. Selanjutnya waktu riset tengah berjalan, beberapa subyek eksperimen ini dibedah tanpa ada memakai obat bius untuk lihat efek dari beberapa penyakit barusan pada organ badan manusia.

Salah seorang bekas ilmuwan dalam Unit 731 yang namanya dirahasiakan memaparkan pengalamannya pada wartawan The New York Times pada tahun 1995. “Saya ambil pisau bedah... Ia mulai berteriak-teriak. Saya selanjutnya membelah perutnya sampai terbuka, serta dia berteriak kencang,” katanya waktu memikirkan momen horor itu.

Dalam uji coba lain, beberapa subyek riset diminta ada di luar ruang waktu musim dingin sampai anggota badannya membeku. Maksudnya agar ilmuwan dapat temukan langkah paling baik untuk menangani frostbite (kejadian membekunya anggota tubuh karena terkena udara dingin).

Sepanjang Perang Dunia II berjalan, minimal 300.000 masyarakat Cina meninggal atau luka karena jadi subyek eksperimen Unit 731. Tidak hanya mereka, sekitar 3.000 tahanan perang yang datang dari Korea, Rusia, serta Mongolia kehilangan nyawanya di tangan Unit 731.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar