SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Suami Istri Asal Rusia ini Ngamen Bawa Anaknya di Pasar, Uangnya Untuk Beli Makan - Zona Keepo

Rabu, 06 Mei 2020

Suami Istri Asal Rusia ini Ngamen Bawa Anaknya di Pasar, Uangnya Untuk Beli Makan

Suami Istri Asal Rusia ini Ngamen Bawa Anaknya di Pasar, Uangnya Untuk Beli Makan




ZonaKeepo - Diduga kehabisan uang di tengah pandemi Covid-19, satu keluarga asal Rusia nekat mengais rezeki dengan cara mengamen di Pasar Tradisional Kebon Roek, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Yang membuat miris, pasangan suami istri bule bernama Mikhail (29) dan Ekaterina (28), ini juga turut membawa anak mereka yang masih bayi, Serafima, 2 tahun.

Dengan menggunakan sepeda motor, satu keluarga itu menyusuri jalan untuk tiba di lokasi. Dan menggunakan alat musik accordion, Mikhail mulai bernyanyi, sedangkan istrinya setia menemaninya di dekatnya dengan sambil menggendong putri mereka.

“Mereka mengemis, ngamen, dan dapat uang dari warga yang kasihan. Uangnya mereka pakai membeli kebutuhan makan. Kami dapat laporan dan langsung melacak keberadaan mereka,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Syahrifullah.

Pihak Imigrasi berhasil menemukan keluarga asal Rusia tersebut, kemudian memeriksa kelengkapan dokumennya sebelum akhirnya menyerahkan mereka ke Konsulat Rusia yang berada di Bali.

Lagi-lagi pemandangan miris tercipta. Pasutri itu datang ke Kantor Imigrasi tanpa mengenakan alas kaki.

Mikhail menjelaskan, bawa kondisi keluarganya saat ini memang sedang memprihatinkan. Mereka terjebak di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelumnya kami berada di Malaysia, kemudian kami terbang ke Indonesia. Rencananya, kami hanya dua hari berada di Indonesia dan akan kembali ke Malaysia. Tetapi, karena Malaysia lockdown, kami memutuskan ke Bali (lewat NTB),” kata dia dalam Bahasa Inggris yang tidak begitu lancar, dilansir dari Kompas.com.

Di Bali, Mikhail juga melakukan hal yang sama, yakni mengamen di sana.

“Tapi polisi melarang kami, padahal itu untuk membeli makanan dan biaya hidup. Kami punya uang hanya untuk satu bulan kami tinggal di Bali. Kemudian kami ke Lombok mencari peluang ngamen, tapi di sini juga sama pintu ditutup,” lanjutnya.

Namun beruntung baginya. Di tengah kesulitannya, ada banyak warga Indonesia yang menolongnya.

“Muslim di Lombok dan Asia sangat baik dan respek dengan kami, sangat bersahabat, mereka Muslim yang hebat,” ucap Mikhail sambil tersenyum lebar.






LINK ALTERNATIF :.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar