SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Cerita Abah Emang Veteran Asal Purwakarta, Sekarat Ketika Ditembak 8 Kali Oleh Belanda, dan Ditolong Oleh Wanita Misterius Berkat Doanya - Zona Keepo

Rabu, 19 Agustus 2020

Cerita Abah Emang Veteran Asal Purwakarta, Sekarat Ketika Ditembak 8 Kali Oleh Belanda, dan Ditolong Oleh Wanita Misterius Berkat Doanya

Cerita Abah Emang Veteran Asal Purwakarta, Sekarat Ketika Ditembak 8 Kali Oleh Belanda, dan Ditolong Oleh Wanita Misterius Berkat Doanya




ZonaKeepo -Masih dalam suasana Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, kisah para veteran yang berjasa mengabadikan diri demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia masih hangat diperbincangkan.

Diantaranya kisah veteran yang akrab disapa Abah Emang. Pria dengan usia hampir satu abad ini dulunya merupakan Tentara Republik Indonesia (TRI) berpangkat Pratu dan bertugas di Batalyon 1, Resimen 7 Purwakarta, dan sempat terjun langsung ke medan tempur dalam agresi militer Belanda II sekitar tahun 1948, melansir today.line.me.

Selama berperang melawan Belanda, ada banyak kejadian tak mengenakkan yang dialami Abah Emang.

Salah satu diantaranya bahkan tak pernah ia lupa hingga saat ini. Yakni, insiden dimana dirinya diberondong peluru oleh sekelompok tentara Belanda, saat bertugas di kawasan hutan karet wilayah Kalijati Subang.

“Ada 8 tembakan. Yang paling parah di bagian kiri, kepala, dan bahu kiri,” ujar Abah Emang sembari menunjukkan bekas luka tembaknya.

Tidak sendiri, ketiga rekannya sesama tentara juga turut tertembak, bahkan meninggal di lokasi kejadian. Sementara Abah Emang berhasil selamat, setelah mendapat pertolongan dari dua perempuan misterius, yang muncul bersamaan ketika dirinya memanjatkan doa kepada Yang Kuasa.

“Doa Abah terkabul. Saat tak berdaya itu, ada dua orang perempuan melintas. Dengan kondisi sudah tidak bisa apa-apa, Abah minta tolong kepada dua perempuan itu,” ceritanya.

Sejak dari peristiwa itu, Abah Emang sempat tak sadarkan diri selama 40 hari di sebuah tempat di tengah hutan setelah dievakuasi para tentara lain.

Selanjutnya pada 1950, Abah Emang memutuskan untuk pensiun dini karena kondisi tubuhnya yang sudah tak memungkinkan.

“Jadi tentara, itu sekitar tahun 1945. Saat pensiun dini itu, usia Abah 25 tahun. Jadi, menjadi TRI hanya selama lima tahun,” paparnya.

Sejak pensiun hingga kini, mantan prajurit dengan pangkat sersan mayor (Serma) ini menerima dana pensiun sebesar Rp 2,4 juta per bulan.






LINK ALTERNATIF :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar