SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! 4 Makhluk Misterius Ini Konon Hidup Di Indonesia - Zona Keepo

Senin, 19 Oktober 2020

4 Makhluk Misterius Ini Konon Hidup Di Indonesia

4 Makhluk Misterius Ini Konon Hidup Di Indonesia


ZonaKeepo - Indonesia adalah negara yang sarat dengan bentangan alam yang sangat bermacam. Beberapa tempat seperti pegunungan, rimba lebat, sampai pulau terpencil semua bisa diketemukan di negara ini. Masih jumlahnya tempat di Indonesia yang belum tersentuh oleh pembangunan lalu munculkan banyak cerita jika ada cryptid atau hewan misteri yang bersembunyi di penjuru Indonesia. Di bawah ini ialah 4 contoh cryptid yang kabarnya menempati pedalaman Indonesia serta masih menanti untuk disingkap.


Orang Pendek 

Di Pulau Sumatera, beberapa masyarakat ditempat yakini jika ada makhluk misteri yang bersembunyi di pedalaman. Orang Pendek ialah nama dari makhluk itu. Nama tersebut diberi sebab Orang Pendek memang dilukiskan mempunyai performa seperti manusia, tetapi dengan badan yang pendek alias kerdil.

Orang Pendek sendiri bukan salah satu nama yang dipakai untuk menyebutkan makhluk ini. Warga asli Sumatera mempunyai bermacam-macam panggilan untuk menyebutkan makhluk ini. Dimulai dari Uhak Pandak, Orang Bunian, Leco, Anak Ghoteh, Bigau, dan lain-lain.

Orang Pendek dikisahkan tidak cuma terbagi dalam 1 atau 2 makhluk, tetapi terbagi dalam beberapa makhluk hidup sekalian. Mereka dipercaya hidup bergerombol serta mempunyai perkampungan sendiri seperti manusia. 

Orang Pendek diberitakan dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan manusia serta lari dengan sangat cepat. Itu penyebabnya Orang Pendek sangat susah diamankan oleh manusia.

Jumlahnya berita tentang kehadiran Orang Pendek ikut mengundang perhatian warga Eropa. Di tahun 1930-an, waktu daerah Indonesia masih didominasi oleh Belanda, beberapa orang Eropa pada saat itu giat lakukan penyisiran di rimba Sumatera untuk mendapati Orang Pendek. 

Kegiatan pemburuan untuk mendapati Orang Pendek cuman makin terus-menerus sesudah ada periset asal Belgia yang siap bayar uang dalam jumlah yang sangat besar bila ada yang dapat membawakan Orang Pendek ke hadapannya.

Waktu kegiatan pemburuan yang dilaksanakan oleh beberapa orang Eropa untuk mendapati Orang Pendek makin ramai, pemerintahan penjajahan Belanda putuskan untuk larang pemburuan Orang Pendek dengan alasan jaga kelestarian mereka. Sampai saat ini, kehadiran Orang Pendek tetap jadi mirakel yang menanti untuk diungkap.

Veo 


Trenggiling tentunya bukan hewan yang asing untuk anda. Hewan ini gampang dikenal karena badannya yang bersisik serta kesukaannya menggulung diri sampai seperti bola. Trenggiling yang telah dikenali manusia biasanya memiliki ukuran makin kecil dari manusia. Tetapi tidak begitu hal dengan Veo.

Veo ialah panggilan untuk cryptid yang memiliki bentuk seperti trenggiling. Apakah yang membuat Veo tidak sama dari trenggiling biasa ialah makhluk ini kabarnya panjangnya capai 3 mtr.. Hewan ini dyakini menempati Pulau Rinca, pulau kecil yang terdapat di Nusa Tenggara Timur serta berada tidak jauh dari Pulau Komodo.

Veo dikisahkan bersembunyi di daratan tinggi di siang hari, tetapi turun ke dataran yang makin rendah saat malam hari untuk mengonsumsi serangga serta kerang. Cryptid ini dikisahkan dapat berdiri tegak dengan menggunakan 2 kaki belakangnya. Setiap saat Veo memperlihatkan diri, hewan itu akan membuat suara yang didengar seperti "hu-hu-hu".

Info tentang Veo pertama-tama dikenali oleh orang luar Indonesia saat seorang pelacak Perancis yang namanya Pierre Pfeiffer berjumpa dengan seorang pemburu asal Pulau Rinca.

Pemburu itu menceritakan jika dalam satu malam, dia serta partnernya sedang memburu di Pulau Rinca saat malam hari. Waktu itu, mereka berdua berpapasan dengan Veo. Sebab begitu takut untuk larikan diri, mereka berupaya sembunyikan kehadiran mereka dengan tengkurap tiada bergerak sampai Veo barusan pergi.

Pemburu itu menambah jika Veo tidak dapat dilukai dengan senjata api sebab sisiknya tidak dapat ditembus peluru. Veo dipercaya untuk makhluk yang lain dari komodo sebab menurut pernyataan masyarakat ditempat, Veo mempunyai bentuk yang lain dari komodo.

Ahool 


Gunung Salak yang terdapat di Jawa Barat diketahui untuk gunung banyak simpan beberapa hal bau mirakel. Ahool ialah 1 salah satunya. Ahool sendiri ialah panggilan untuk hewan cryptid yang dipercaya bersembunyi di pedalaman Gunung Salak. Nama "Ahool" berawal dari suara lolongan makhluk ini yang kabarnya terdengar seperti "ahooooool".

Menurut pernyataan orang yang sempat melihat Ahool, makhluk ini mempunyai bentuk seperti kelelawar raksasa, tetapi mukanya berupa bulat seperti monyet. Ahool dikisahkan mempunyai telapak kaki yang menghadap ke belakang serta mempunyai kesukaan melahap ikan di sungai.

Ernst Bartels satu diantara orang asing yang sempat berpapasan langsung dengan Ahool, persisnya di tahun 1927 saat dia melakukan riset di Gunung Salak. Dalam satu malam waktu dia tengah terlelap di gubuknya, Bartels berasa kaget saat tiba-tiba dia dengar suara lolongan aneh di luar gubuknya.

Suara tu terdengar kembali selang beberapa saat. Bartels yang berasa ingin tahu lalu putuskan untuk pergi keluar gubuknya sekalian bawa obor. Waktu Bartels pada akhirnya mendapati sumber suara itu, dia berasa terheran sebab makhluk yang membuat suara itu benar-benar tidak seperti hewan-hewan yang sempat dia temui awalnya.

Mereka yang skeptis yakini jika Ahool aslinya ialah hewan biasa seumpama kelelawar atau burung hantu. Tetapi ada juga yang menyangka jika Ahool mungkin berkerabat dengan Kongamoto, cryptid asli Afrika yang dikisahkan mempunyai bentuk seperti dinosaurus terbang.

Gajah Mina 

Bila dengar kata gajah, karena itu saat itu juga orang akan langsung memikirkan hewan raksasa yang mempunyai belalai serta hidup di darat. Tetapi rupanya gajah tidak cuma bisa diketemukan di darat. Gajah Mina ialah contoh dari "gajah" yang hidup di laut.

Gajah Mina sendiri aslinya bukan gajah, tetapi makhluk misteri yang sering diketemukan terpasah di pantai. Hewan ini dinamakan "gajah" sebab dia terlihat mempunyai belalai, gading, dan daun telinga yang lebar. Tetapi tidak seperti gajah yang hidup di darat, Gajah Mina mempunyai ekor seperti ikan.

Gajah Mina dikenali dapat mempunyai ukuran yang besar sekali. Makhluk ini panjangnya dapat capai 20 mtr.. Gajah Mina pun tidak sama juga dengan ikan atau paus sebab makhluk ini mempunyai kulit yang nampak berbulu. 

Gajah Mina dipercaya cuman hidup di laut dalam. Bila Gajah Mina sampai terpasah di darat, warga pesisir yakin jika suatu hal yang kurang baik akan selekasnya berlangsung dalam kurun waktu dekat. 

Gajah Mina tidak pernah diketemukan pada keadaan masih hidup, tetapi dia seringkali diketemukan terpasah di pantai pada keadaan telah pantai. Di tanggal 13 Januari 2005, Gajah Mina dikenali sempat terpasah di pantai Dungan, Riau. Bangkai Gajah Mina itu selanjutnya dipreteli serta dibawa pulang oleh warga ditempat.

Di tanggal 20 Juni 2010, seorang nelayan namanya Amir akui sempat tidak menyengaja tangkap Gajah Mina menggunakan jala di pantai. Sebab menganggap takut, dia pernah jauhi pantai tempat dia mendapati Gajah Mina sepanjang 3 bulan. 

Beberapa faksi yakini jika Gajah Mina aslinya ialah bangkai ikan paus biasa. Apakah yang seperti terlihat gading aslinya hanya potongan tulang dari ikan paus, sesaat kulitnya yang terlihat berbulu aslinya adalah kulit yang alami pembusukan sampai terlihat terurai.

Walau Gajah Mina cuman diketemukan di Indonesia, makhluk sama sempat juga diketemukan di luar Indonesia. Makhluk itu namanya Trunko serta sempat memperlihatkan diri di Afrika Selatan di tahun 1924. Seperti Gajah Mina, Trunko mempunyai gading serta kulit yang berbulu.






LINK ALTERNATIF :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar