SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Gara-Gara Sudah Tak Tahan Lagi, Penjual Bakso Ini Akhirnya Nekat Remas Payudara Pelanggannya - Zona Keepo

Selasa, 20 Oktober 2020

Gara-Gara Sudah Tak Tahan Lagi, Penjual Bakso Ini Akhirnya Nekat Remas Payudara Pelanggannya

 Gara-Gara Sudah Tak Tahan Lagi, Penjual Bakso Ini Akhirnya Nekat Remas Payudara Pelanggannya


ZonaKeepo - Penjual bakso keliling di wilayah Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, nekat meremas payudara pelanggannya sendiri. Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Stefanus Luckyto menerangkan, aksi bejatitu dilakukan pelaku bernama Supriadi (22) pada Rabu (15/10). Pelaku akhirnya dikenakan pasal pencabukan terhadap anak dibawah umur karena telah meremas payudara pelajar berinisial TS.


Kejadian ini berawal ketika korban sedang mengendarai sepeda motor ke. Kemudian, dicegat pelaku dengan memalangi sepeda motor korban menggunakan gerobaknya. Luckyto mengatakan jika pelaku sengaja melakukan perbuatan itu. Pelaku melancarkan aksinya pada saat ia hendak pulang ke rumah kontrakannya setelah selesai berdagang.


“Saat itu, dia melihat dari belakang ada korban menggunakan sepeda motor temannya yang akan melintas atau melewati penjual bakso itu, karena sudah memiliki niat ketika korban mendekati tersangka, tersangka kemudian mengubah haluan gerobaknya untuk sedikit menghalangi laju kendaraan korban,” terang Luckyto.


Setelah korban menghentikan sepeda motornya, pelaku kemudian tiba-tiba meremas payudara korban. Pelaku (S) juga mnegakui bahwa dirinya dan korban saling kenal. Bahkan pelaku mengaku jika korban sering mendatangi dirinya untuk membeli bakso.


“Setelah kita dalami, tujuan atau motifnya ternyata hanya hawa nafsu atau birahi pelaku terhadap korban, karena korban mengenal dan tersangka mengenal korban sebagai konsumen dari jualan baksonya itu,” ucap dia.


Luckyto mengaku kini pihaknya masih mendalami modus begal payudara yang dilakukan tersangka S itu. Hasil sementara aksi pelecehan yang baru saja terjadi itu baru pertama kali dilakukan oleh pelaku. Kini. pelaku terancam pidana penajara maksimal dengan disangkakan pasal 82 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak karena perbuatannya itu.






LINK ALTERNATIF :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar