SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Gara-Gara Takut Foto Bugilnya Disebar, Gadis 13 Tahun Ini Akhirnya Merelakan Dirinya Disetubuhi - Zona Keepo

Jumat, 29 Januari 2021

Gara-Gara Takut Foto Bugilnya Disebar, Gadis 13 Tahun Ini Akhirnya Merelakan Dirinya Disetubuhi

Gara-Gara Takut Foto Bugilnya Disebar, Gadis 13 Tahun Ini Akhirnya Merelakan Dirinya Disetubuhi


ZonaKeepo - Gadis berusia 13 tahun di Jombang ini terpaksa merelakan dirinya disetubuhi oleh seorang santri. Gadis yang masih duduk dibangju SMP ini takut jika foto bugiknta disebar oleh pelaku. Karena hal inilah ia rela disetubuhi oleh pelaku.


Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, korban berkenalan dengan pelaku awal Desember 2020 melalui Facebook. Komunikasi siswi kelas 7 SMP itu dengan pelaku berinisial ERP (16) pun kian intens.


“Tersangka mondok (menjadi santri) di Jombang, tapi sudah lama pulang karena pandemi COVID-19,” kata Agung kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).


Tidak hanya itu, korban bahkan nekat melakukan video call sambil memperlihatkan kemolekan tubuhnya. Pelaku yang merupakan siswa kelas X SMA asal Kecamatan Sumobito, Jombang tersebut, kemudian diam-diam mengabadikan momen b***l korban menjadi file foto.


Kemudian pada akhir Desember 2020, ERP pun mengajak korban bertemu di bawah Flyover Peterongan. Santri berusia 16 tahun ini membawa korban ke rumah neneknya di Kecamatan Sumobito.


“Di sana tersangka berhubungan badan dengan korban,” terang Agung.


Namun, korban sempat menolak ajakan pelaku unntuk melakukan persetubuhan. Tetapi, karena pelaku merayunya dan melakukan pengancaman akhirnya gadis 13 tahun in tidak bisa berbuat banyak. Pelaku berjanji akan menikahi korban. Namun, jika korban menolak ajakan tersebut maka pelaku akan enyebar foto-foto fulgar korban.


Akhirnya perbuatan asusila pelaku ini diketahui oleh orang tua korban. Kedua orang tua korban mengetahui hal ini setelah menemukan foto-foto b***l korban di ponsel putrinya tersebut. Korban yang merupakan siswi kelas 7 SMP itu akhirnya mengaku setelah didesak. Setelah itu, orang tua korban melaporkan ERP ke Polres Jombang pada 22 Desember 2020.


“Tersangka sudah kami tahan. Kami kenakan Pasal 81 ayat (2) subsider pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” lanjutnya.


Agung mengatakan karena tersangka dalam kasus persetubuhan itu masih berusia di bawah umur, maka ia masih mendapat pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan pengacara yang ditunjuk negara.


“Keluarga korban sudah memaafkan, tapi proses hukum tetap berlanjut. Itu akan menjadi pertimbangan hakim dalam persidangan,” pungkasnya.



1 komentar: