SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Yang Meninggal Karena Corona Antri, Petugas Kamar Mayat Capek Sampai Sesak Pakai APD 24 jam - Zona Keepo

Selasa, 13 Juli 2021

Yang Meninggal Karena Corona Antri, Petugas Kamar Mayat Capek Sampai Sesak Pakai APD 24 jam

Yang Meninggal Karena Corona Antri, Petugas Kamar Mayat Capek Sampai Sesak Pakai APD 24 jam




ZonaKeepo - Tanpa disadari, satu per satu potret memilukan gambaran kondisi wabah Covid-19 yang melanda di India mulai terjadi di Tanah Air tercinta kita, Indonesia.


Salah satunya kondisi antrean jenazah untuk pemulasaran dan pemakaman.


Akibat membludaknya angka kematian pasien positif Covid-19 setiap harinya di Indonesia, khususnya di RSUD Soekardjo Tasikmalaya, para petugas kamar mayat jadi sampai kewalahan.


“Iya, terus bertambah. Kemarin saja (ada) 19 jenazah Covid-19. Sejak awal Juli, rata-rata setiap harinya ada belasan jenazah yang meninggal tak pernah berhenti dan berturut-turut setiap harinya,” ungkap Koordinator Kamar Mayat RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat.


Bahkan dilanjutkannya, salah satu rekannya ada yang sampai alami sesak napas akibat kelelahan memakai alat pelindung diri (APD) selama seharian penuh.


“Kelelahan, capek, panas juga pakai APD sampai sempat sesak napas. Tadi diberikan bantuan dan diminta istirahat dulu sebentar,” paparnya.


Hal pahit yang harus diterima Ajat bersama timnya tidak berhenti sampai di situ saja. Saat ini, mereka juga dibuat kewalahan membuat peti mati khusus protokol kesehatan secara dadakan.


“Selain pemulasaran jenazah, kita juga harus membuat peti mati terlebih dahulu karena stoknya habis,” terangnya, dilansir Kompas.com.


Karena ini, Ivan Dicksan selaku Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya meminta dan memohon atas kerja sama semua keluarga korban meninggal dalam memudahkan proses pemulasaran jenazah yang dilakukan petugas.


“Jadi tolong juga bantu kami, para petugas kamar mayat dan pemakaman, supaya masyarakat mengerti tugas mereka selama ini sangat berat. Sampai kelelahan karena tingginya kasus kematian Covid-19. Saya mohon supaya terpusat saja pemakamannya di TPU Aisyah Rasida, karena akan lebih mudah,” imbuhnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar