SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA! Hilangnya Bocah 2 Tahun Ini Kini Masih Jadi Misteri, Keluarga Siapkan Uang Rp 20 Juta Untuk Yang Menemukan - Zona Keepo

Kamis, 19 Agustus 2021

Hilangnya Bocah 2 Tahun Ini Kini Masih Jadi Misteri, Keluarga Siapkan Uang Rp 20 Juta Untuk Yang Menemukan

Hilangnya Bocah 2 Tahun Ini Kini Masih Jadi Misteri, Keluarga Siapkan Uang Rp 20 Juta Untuk Yang Menemukan


ZonaKeepo - Terhitung, sepuluh hari sudah Sakiya Rafifa Islami, balita 2 tahun di Kampar Riau ini menghilang, meninggalkan keluarga tercintanya.


Dan sampai saat ini pula, penyebab hilangnya balita cantik ini belum terjawab. Masih penuh misteri dan teka-teki.


Keluarga sendiri sudah melakukan beragam upaya demi menemukan Kiya, sapaan akrabnya. Bahkan terbaru, pamannya yang bernama Nazarudin, abang dari ibu Kiya, Riska Fadela, sampai mengumumkan sayembara melalui akun Facebook Udin Boss pada Sabtu (14/8/2021).


Dimana dalam sayembara itu menjanjikan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta kepada orang yang berhasil menemukan balita tersebut.


“Bagi siapa saja yang bisa menemukan anak kami yang hilang, dalam keadaan hidup atau mati. Saya akan memberikan imbalan Rp 20 juta,” demikian tulis keterangan.


Tapi sampai saat ini juga, upaya tersebut belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.


Kronologi Kejadian

Mengutip TribunnewsBogor.com, ihwal menghilangnya Kiya pada Senin, 9 Agustus 2021 sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, Kiya sedang bermain bersama ayahnya, Muhammad Islami, di rumah mereka yang beralamat di Dusun III Pantai Pulau Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.


Di tengah asyiknya bermain, Kiya kemudian meminta bantuan sang ayah memasangkan sandal di kakinya, lalu pergi keluar rumah setelah sandal terpasang.


Di saat itulah Kiya langsung menghilang tanpa jejak. Ayah yang panik sudah mencari kesana kemari, termasuk di luar rumah dekat Sungai Kampar, karena diduga sang anak terseret sungai, namun tidak ada juga.


Demikian juga saat tim gabungan melakukan pencarian, menyusuri sepanjang sungai hingga radius jelajah mencapai 10 kilometer ke hulu dan 20 kilometer ke hilir.


Hasilnya tetap sama, nihil. Kini, keluarga hanya bisa berpasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.


“Keluarga tetap menyerahkan kepada yang Satu (Tuhan). Kita hanya bisa berusaha saja,” tutur Nazarudin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar